Para investor pemula sering kali menghadapi tantangan yang unik saat menyusun portfolio investasi mereka. Entahkah mereka dibantu oleh penasihat keuangan berpengalaman, maupun menyusun dan mengelola portfolio investasinya sendiri, ada beberapa konsep dan tujuan keuangan yang bijaksana dan harus dipertimbangkan demi memastikan pembentukan fondasi yang kokoh serta pertumbuhan investasi yang stabil ke depannya.

Berikut ini beberapa tips bagi para investor pemula saat mulai melangkah memasuki dunia investasi:

1. Perencanaan Pensiun

Walaupun terdengar kontradiktif, perencanaan pensiun adalah salah satu tujuan utama yang harus dicapai oleh para investor pemula.

Alasan pentingnya memulai sejak dini adalah biasanya semakin muda usia Anda, semakin sedikit beban keuangan yang Anda tanggung: pasangan, anak, kredit rumah, sebagai contohnya. Hal ini berarti, Anda bisa mengalokasikan sebagian kecil portfolio investasi ke dalam pilihan berisiko tinggi, dengan hasil yang mungkin lebih besar.

Saat mulai berinvestasi sejak muda, sebelum kewajiban keuangan Anda bertambah, Anda juga mungkin bisa menyisihkan lebih banyak uang untuk berinvestasi dengan jangka waktu yang lebih lama sebelum pensiun. Dengan lebih banyak uang yang tersedia untuk diinvestasikan dalam jangka panjang, hasil yang Anda peroleh akan lebih besar nantinya.

Untuk menggambarkan keuntungan berinvestasi sesegera mungkin, asumsikan Anda berinvestasi Rp 2.000.000 setiap bulan sejak usia 25 tahun. Jika Anda mendapatkan hasil 7% per tahun dari uang tersebut, saat Anda berusia 65 tahun, hasil investasi Anda akan mencapai sekitar Rp 5.250.000.000.

Di sisi lain, jika Anda mulai menyisihkan Rp 2.000.000 setiap bulan sejak berusia 35 tahun dengan hasil yang sama, 7% per tahun, Anda hanya akan mendapatkan sekitar Rp 2.440.000.000 pada saat berusia 65 tahun.

2. Diversifikasi

Diversifikasi adalah teknik manajemen risiko yang mencampurkan beragam jenis investasi dalam satu portfolio.

Alasan yang menguatkan teknik ini adalah portfolio yang tersusun atas beragam jenis investasi yang berbeda secara rata-rata akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dan memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan satu jenis investasi saja. Aset berisiko sedang dan rendah akan menyeimbangkan investasi berisiko tinggi, dan hasil keseluruhannya lebih besar daripada portfolio beraset tunggal.

Menginvestasikan kembali hasil yang Anda peroleh untuk mendapatkan hasil yang lebih besar lagi ketimbang menghabiskannya adalah keputusan yang bijaksana. Bagi seorang investor, inilah cara terbaik untuk mencegah kemunduran drastis.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa alokasi aset adalah hal terpenting yang mempengaruhi performa dan volatilitas investasi. Faktanya, 91% hasil portfolio ditentukan oleh alokasi aset, hanya 2%-nya yang dipengaruhi oleh waktu pasar, 5% oleh pemilihan saham, dan 2% lagi oleh faktor lainnya.

3. Keuntungan Dividen Saham

Investor muda sering kali tertarik pada saham baru “yang akan meledak” dan mengabaikan keuntungan dari pembayaran dividen yang lebih lambat berkembang. Padahal, membeli saham-saham perusahaan yang membayarkan dividen, kemudian menginvestasikannya kembali adalah cara yang bagus untuk memastikan kesuksesan jangka panjang.

Salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan adalah mencari perusahaan yang tidak hanya tumbuh sehat, namun juga membagikan keuntungannya kepada para pemegang saham dengan membayarkan dividen secara berkala.

Para investor muda sering kali mengabaikan saham-saham dividen karena dianggap membosankan; padahal perusahaan yang menarik, atau saham-saham perdana (IPO) yang “panas”, sering kali tidak membayarkan dividen.

Padahal, dividen sangat penting untuk membangun kekayaan.

Sebagai contoh: Katakanlah kita mempunyai masing-masing 100 saham dari dua perusahaan. Harga keduanya sama-sama Rp 200.000 per saham. Salah satu perusahaan membayarkan dividen sebesar 3% per tahun, sementara perusahaan lainnya tidak.

Jika kedua saham tersebut tumbuh sebesar 6% per tahun dalam waktu 30 tahun,  nilai saham perusahaan yang tidak membayarkan dividen akan mencapai sebesar Rp110.486.980 pada akhirnya.

Hasil sebesar itu mungkin tampak bisa diterima hingga Anda melihat seberapa besar yang dihasilkan perusahaan lainya setelah menginvestasikan kembali 3% dividen yang diperoleh setiap tahunnya.

Nilai saham dari perusahaan pembayar dividen setelah 30 tahun akan menjadi sebesar Rp 830.353.980.

Anda bisa melihat, jika dividen diinvestasikan kembali untuk membeli saham, setiap  kuartal Anda akan menambah jumlah saham yang Anda miliki sekaligus jumlah pendapatan yang Anda terima. Hal ini berarti, Anda bisa membeli semakin banyak saham setiap kuartalnya. Ini adalah gambaran jelas mengenai manfaat compounding.

Meskipun ada banyak prinsip dan konsep yang perlu dipahami sebelum menyusun portfolio investasi, memiliki fondasi yang kokoh dalam berinvestasi secara bertanggung jawab serta pemahaman mendetail mengenai situasi keuangan Anda saat ini sangatlah penting. Untuk membantu melancarkan jalan Anda menuju kebebasan finansial, berikut ini beberapa informasi mengenai Empat Rasio Keuangan yang perlu Anda ketahui lebih jauh.

Tautan ke situs web eksternal ke Grup Asuransi Tokio Marine disediakan untuk kenyamanan dan informasi bagi Anda. Akan tetapi, kami tidak memberikan jaminan atau pernyataan (baik secara tegas, tersirat, undang-undang atau sebaliknya) terhadap akurasi atau kesesuaian pada konten tersebut karena konten ini tidak diubah atau diperbaharui oleh kami. Kami tidak mengesahkan produk atau jasa yang terdapat pada situs ini ataupun menyiratkan bahwa produk, jasa atau kegiatan yang ada di situs ini adalah selalu tercakup tercakup di dalam polis kami. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, silahkan mengunjungi informasi produk kami atau hubungi kami.