Investasi yang bertanggung jawab adalah aspek utama dalam kebebasan finansial dan persiapan masa pensiun. Ada dua strategi utama untuk mencapai stabilitas finansial, yaitu mendapatkan harta (wealth creation) dan mempertahankan nilai harta (wealth preservation). Sebagian besar investor pemula cenderung mengabaikan strategi mempertahankan nilai harta, dan menganggap akumulasi harta sebagai tujuan utama.  

Padahal, investasi adalah strategi utama untuk mempertahankan nilai harta dan memacu pertumbuhan aset secara berkepanjangan. Investasi dalam hal ini dapat dilakukan melalui beragam cara, antara lain, deposito berjangka (dengan suku bunga antara 3-7% per tahun), polis unit-link (sebagai bagian dari plan asuransi jiwa), obligasi swasta, saham dan reksadana, serta portfolio properti.

Sebagai contoh, survei BlackRock Global Investor Pulse baru-baru ini di Singapura, menemukan bahwa warganya terlalu bergantung pada uang tunai dalam portfolio investasi mereka, dan sebaiknya melakukan diversifikasi investasi. Portfolio investasi rata-rata bagi satu investor di Singapura terdiri atas 48 persen uang tunai, sementara sisanya adalah saham (18 persen), properti (8 persen), obligasi (5 persen), dan investasi lainnya (3 persen).

Hal yang serupa juga terjadi di kawasan sekitarnya, dengan investor di Malaysia, Indonesia, dan Thailand, secara berurutan, menyimpan 40%, 50%, dan 50% asetnya dalam bentuk uang tunai. 

Apa yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mempelajari 4 Rasio Keuangan

Sebelum mempelajari keempat rasio keuangan, para investor pemula sebaiknya memahami terlebih dahulu konsep likuiditas dan hambatan masuk (barrier to entry).

Likuiditas suatu bentuk investasi menentukan kemampuan Anda mengubahnya menjadi uang tunai dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi ini. Misalnya, jika seorang investor membeli saham hari ini dan membutuhkan uang tunai dalam waktu satu minggu, menjual kembali saham tersebut di pasar saham relatif cukup mudah. Di sisi lain, membeli properti pribadi dan ingin menjualnya kembali dalam waktu singkat tidak akan sama mudahnya, karena investor akan dipengaruhi oleh kondisi pasar dan faktor-faktor lainnya.

Hambatan masuk saat memilih bentuk investasi ditentukan oleh biaya awal yang diperlukan saat berinvestasi. Misalnya, investasi properti membutuhkan uang muka sekitar 30% yang cukup besar, akibatnya menghalangi investor baru untuk membeli. Sebaliknya, saham dan obligasi memiliki hambatan masuk yang jauh lebih rendah sehingga lebih menarik sebagai bentuk investasi.  

Konsep ketiga yang penting untuk diperhatikan adalah penelitian. Para investor baru cenderung memperhatikan saran dari teman atau pialang, yang mungkin tidak selalu menjanjikan hasil. Padahal, karena semua orang mulai berinvestasi dalam kondisi yang berbeda-beda, para investor seharusnya melakukan penelitian sendiri dan membuat keputusan sesuai situasi dan tingkat kenyamanan risiko investasi setelah memahaminya dengan baik.

Rasio keuangan yang dibahas dalam artikel ini merupakan indikator atas kesehatan perusahaan yang mungkin Anda pertimbangkan untuk berinvestasi.

Empat Rasio Keuangan

1. Pertumbuhan pendapatan

Nilai pertama yang perlu diteliti adalah pertumbuhan pendapatan perusahaan. Pendapatan perusahaan per tahun harus tumbuh dengan baik dalam tiga hingga lima tahun terakhir. Pertumbuhan pendapatan yang bagus adalah rata-rata 5 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.  

Investor harus membaca laporan tahunan perusahaan dan industri, atau publikasi di media umum untuk mengetahui latar belakang perusahaan dan industri lebih jauh sebelum dapat memperkirakan potensi pendapatannya di tahun-tahun ke depan berdasarkan data yang ada.

2. Net profit margin

Rasio selanjutnya yang harus diteliti adalah net profit margin (NPM) perusahaan tersebut. Net profit margin adalah persentase pendapatan yang tersisa setelah pendapatan total dikurangi dengan biaya operasional, bunga, pajak, dan dividen saham preferen.

Sebagai panduan pasar, net profit margin 10% dan lebih dianggap sehat. Ingatlah bahwa, bergantung pada industri masing-masing, net profit margin perusahaan yang patut dipertimbangkan dalam berinvestasi sebaiknya di atas 7%.

3. Return on equity

Return on equity (ROE) adalah perbandingan jumlah laba yang dapat dihasilkan perusahaan dari jumlah modal yang diberikan oleh pemegang saham.  Pada dasarnya, rasio ini mengukur profitabilitas perusahaan dengan menunjukkan berapa besar laba yang dihasilkan perusahaan dari modal yang diinvestasikan oleh pemegang sahamnya.

Semakin besar ROE, semakin baik kinerja yang ditunjukkan oleh perusahaan tersebut. Sebagai panduan, perusahaan dengan rasio ROE di atas 15% dianggap memiliki kinerja yang kuat.

4. Utang terhadap Modal

Rasio utang terhadap modal atau debt-to-equity ratio (DER) merupakan perbandingan relatif antara modal pemegang saham dan utang yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Rasio ini diperoleh dengan membagi kewajiban total perusahaan dengan nilai yang diwakili oleh modal pemegang saham.

Semakin rendah DER, berarti semakin sedikit utang yang ditanggung oleh perusahaan. Para investor sebaiknya mencari perusahaan dengan DER 0,5:1 atau kurang. 

Kesimpulan

Ada beberapa faktor lain yang penting dipertimbangkan sebelum memutuskan berinvestasi, namun rasio yang dijelaskan di atas adalah patokan yang paling sering digunakan oleh para pakar investasi dalam mengevaluasi perusahaan dan potensi pendapatannya.

Dalam industri, rasio di atas dianggap sebagai indikator penting dalam riwayat perusahaan dan proyeksi tingkat kinerja masa depannya. Hanya saja, ingatlah bahwa para investor berpengalaman menggali jauh lebih banyak lagi informasi daripada rasio di atas sebelum mengambil keputusan. Berinvestasi adalah keputusan yang bersifat individual, dengan banyak faktor yang harus dipertimbangkan baik-baik sebelum melanjutkan.

Tautan ke situs web eksternal ke Grup Asuransi Tokio Marine disediakan untuk kenyamanan dan informasi bagi Anda. Akan tetapi, kami tidak memberikan jaminan atau pernyataan (baik secara tegas, tersirat, undang-undang atau sebaliknya) terhadap akurasi atau kesesuaian pada konten tersebut karena konten ini tidak diubah atau diperbaharui oleh kami. Kami tidak mengesahkan produk atau jasa yang terdapat pada situs ini ataupun menyiratkan bahwa produk, jasa atau kegiatan yang ada di situs ini adalah selalu tercakup tercakup di dalam polis kami. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, silahkan mengunjungi informasi produk kami atau hubungi kami.