Konsep mengikuti berperan besar dalam perjalanan kesuksesan siapa pun. Hanya saja, hal ini terkadang diremehkan. Kecenderungan ini menggambarkan penghargaan masyarakat yang begitu besar terhadap pemimpin, namun mengabaikan peran pengikut yang tampak tidak terlalu besar, padahal sebenarnya penting.

Meskipun pemimpin-pemimpin hebat dikagumi di seluruh dunia, pengalaman sebagai pengikutlah yang sebenarnya menentukan mana pelopor yang gagal dan sukses. Hal-hal yang dijelaskan di bawah ini merupakan panduan cara menjadi pengikut yang baik, dan pada akhirnya, pemimpin yang hebat.

1. Seorang Pengikut Terus Melatih Penilaiannya

Walaupun istilah “pengikut” mungkin mengesankan konsep kepatuhan pasif, tindakan pengikut yang baik sebenarnya lebih dipengaruhi oleh pemikiran mandiri dibandingkan yang kebanyakan orang kira.  

Pengikut yang bertanggung jawab merasa memiliki kewajiban kepada perusahaan atau organisasinya untuk hanya mengikuti perintah yang etis dan tepat. Dengan demikian, para pengikut ini terus-menerus melatih penilaiannya, dan membedakan antara perintah yang tidak disetujuinya dengan hal yang benar-benar salah.

Sama halnya, untuk menjadi pemimpin yang hebat seseorang harus mampu menilai dengan baik, karakteristik ini pun penting bagi seorang pengikut yang baik. 

2. Pengikut yang Baik adalah Anggota Tim yang Penting

Selain melatih penilaian pribadi, para pengikut juga harus membiasakan diri bertindak sesuai insting mereka. Pengikut yang baik dapat memberikan kritik membangun dan berinteraksi secara terbuka dengan seluruh tim dan atasannya.

Jika menyetujui perintah yang diberikan, mereka akan mendukung atasannya 100%. Namun jika tidak setuju, pengikut yang baik akan mempertanyakan perintah itu dan memberikan pilihan cara lain yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya.

Partisipasi proaktif yang bersumber dari moralitas pribadi ini akan mengubah seorang pengikut buta menjadi rekan diskusi yang berharga bagi tim dan atasannya. 

3. Pengikut yang Baik Berpikiran Kritis dan Tidak Melibatkan Diri dalam Pemikiran Kelompok

Sejalan dengan hal sebelumnya, pengikut yang baik harus mewaspadai bahaya pemikiran kelompok. Istilah pemikiran kelompok atau groupthink yang dikemukakan oleh psikolog Irving L. Janis pada tahun 1972 ini merujuk pada fenomena psikologis berupa usaha mencapai kesepakatan dari beberapa orang dalam suatu kelompok dengan mengabaikan keyakinan pribadi masing-masing demi mendapatkan keputusan yang disetujui oleh semua pihak.

Dalam sebagian besar kasus, orang-orang melibatkan diri dalam pemikiran kelompok karena takut ketidaksetujuannya akan mengganggu keharmonisan kelompok, atau membuatnya ditolak oleh anggota lain. Pemikiran kelompok ini sering ditemukan dalam lingkungan kerja, di mana menyetujui pendapat atasan dianggap lebih dapat diterima dibandingkan memberikan pandangan lainnya.

Dari pengalaman pribadinya, seorang pengikut yang baik mampu berpikir mandiri dan juga termotivasi menyatakan pendapatnya secara aktif demi mencapai keputusan terbaik dalam kelompok. 

4. Pengikut yang Baik adalah Pekerja yang Baik

Untuk memenuhi karakteristik di atas dan menyelesaikan tugasnya dengan sungguh-sungguh, pengikut yang baik memiliki ketekunan, semangat, komitmen, memperhatikan secara terperinci, dan memberikan usaha melebihi yang diminta. Atasan dan pemimpin perusahaan bertanggung jawab membangun lingkungan kerja yang mendukung karakteristik ini, namun pada akhirnya, kontribusi aktif sebagai anggota tim adalah tanggung jawab seorang pengikut.

Karakteristik pengikut yang baik seperti dijelaskan di atas sejalan dengan etika kerja yang baik, suatu hal sangat bermanfaat dimiliki di lingkungan kerja. 

5. Pengikut yang Baik Menunjukkan Karakteristik Pemimpin yang Baik

Bagaimana menjadi pengikut yang baik dapat mempersiapkan Anda menjadi pemimpin yang baik? Saat posisi seorang pengikut naik menjadi pemimpin, mereka mengetahui jawaban “Mengapa orang lain mau mengikuti saya?”.

Pemimpin dengan pengalaman “mengikuti” yang kokoh memiliki karakteristik sebagai berikut:

Dapat Dipercaya

Pemimpin yang berasal dari pengikut cenderung jujur kepada timnya. Untuk memotivasi dan mendorong timnya lebih maju, pemimpin seperti ini akan menceritakan tantangan, hambatan, dan tujuan yang lebih besar kepada anggota tim sehingga mendorong rasa saling memiliki dalam proses menjalaninya. Sebaliknya, oleh tim, pemimpin yang baik dianggap dapat diandalkan dan dipercayai sehingga pantas mendapatkan komitmen dan usaha terbaik mereka.

Stabil

Pemimpin dengan pengalaman mengikuti yang kokoh, mampu dan berpengalaman untuk tetap tenang dalam menghadapi kesulitan, serta menginpsirasi rasa percaya diri pada mereka yang berada di sekitarnya.

Peduli

Pernah berada dalam posisi pengikut sebelumnya membuat pemimpin seperti ini termotivasi membantu orang lain dan berempati secara aktif saat pengikutnya mengalami kesulitan.

Penuh Harapan

Pemimpin yang posisinya naik perlahan-lahan memiliki kepercayaan dan keyakinan besar bahwa produk atau tujuan usahanya tidak hanya akan sukses, namun juga bermanfaat bagi tim maupun masyarakat secara keseluruhan.

Hal-hal yang dijelaskan di atas menguatkan alasan mengapa Anda harus berusaha menjadi pengikut yang lebih baik sebelum menjadi pemimpin, yaitu melengkapi diri dengan karakteristik yang kuat untuk menghadapi tantangan baru di depan.

Karakteristik apa lagi yang harus dimiliki seorang pemimpin yang baik? Sampaikan pendapat Anda melalui Facebook kami.

Tautan ke situs web eksternal ke Grup Asuransi Tokio Marine disediakan untuk kenyamanan dan informasi bagi Anda. Akan tetapi, kami tidak memberikan jaminan atau pernyataan (baik secara tegas, tersirat, undang-undang atau sebaliknya) terhadap akurasi atau kesesuaian pada konten tersebut karena konten ini tidak diubah atau diperbaharui oleh kami. Kami tidak mengesahkan produk atau jasa yang terdapat pada situs ini ataupun menyiratkan bahwa produk, jasa atau kegiatan yang ada di situs ini adalah selalu tercakup tercakup di dalam polis kami. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, silahkan mengunjungi informasi produk kami atau hubungi kami.