Dunia investasi dan risiko yang menyertainya mungkin tampak menakutkan bagi para investor baru saat mulai menyusun portfolio investasinya. Walaupun begitu, hal ini tidak perlu menjadi halangan karena persiapan yang matang, kedisiplinan, dan pemahaman risiko yang bagus akan membangun fondasi yang kokoh dalam jalur investasi mana pun yang hendak Anda ambil.

Sebelum menyusun portfolio investasi yang mantap, berikut ini beberapa tips bermanfaat yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Awali Sejak Dini Atau Mulai Sekarang!

Aset terbesar Anda saat berusia 20 tahunan atau 30 tahun awal adalah waktu. Tidak ada yang bisa menyaingi besarnya pengaruh bunga majemuk dalam nyaris semua jenis investasi, termasuk juga tabungan pensiun.

Di sisi lain, segala kerugian dalam berinvestasi juga bisa ditutup seiring waktu. Dengan demikian, “sudah terlambat untuk berinvestasi” bukanlah alasan yang bagus untuk sekadar menyimpan uang dalam tabungan di bank. Terlambat masih lebih baik daripada tidak sama sekali, asalkan investor pemula tidak tergoda mengambil investasi berisiko tinggi yang tidak diperlukan demi mengganti “waktu yang hilang”.

2. Dengan Cepat dan Bersamaan.

Sebelum memulai perjalanan berinvestasi, pastikan untuk melunasi terlebih dahulu semua utang berbunga tinggi. Pada umumnya adalah utang kartu kredit; suku bunga tinggi berarti pengeluaran yang lebih besar dalam jangka pendek dan hal ini bisa mengurangi keuntungan yang didapatkan dari investasi.

Selain itu, tidak ada strategi investasi yang sepadan dengan beban bunga dan bahkan dengan risiko yang rendah, keuntungan investasi bahkan mungkin tidak bisa membayarkan semua utang berbunga tinggi yang wajib Anda lunasi. Dalam  kondisi pasar seperti apa pun, semua utang berbunga tinggi harus dilunasi secepat mungkin sebelum Anda mempertimbangkan berinvestasi.

Dalam perjalanan berinvestasi, Anda mungkin mendengar beragam cerita dan pendapat dari teman-teman. Misalnya, Anda mungkin mendengar banyak orang membicarakan tentang aset tertentu, teman yang membeli aset ini, dan kemudian Anda juga ikut berinvestasi karena beranggapan inilah kesempatan yang sangat besar untuk menghasilkan uang. Hanya saja, ingatlah untuk menimbang baik dan buruknya, serta meneliti terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan besar!

3. Tetapkan Target

Sekarang, setelah persiapan berinvestasi lengkap dan Anda siap memulai, tentukan motivasi dan tujuan Anda.

Untuk apa Anda berinvestasi? Apa manfaatnya? Apa tujuan dan target Anda?

Mengawali perjalanan dengan menetapkan tujuan dan target akhir akan memantapkan Anda menyusun portfolio investasi berdasarkan jangka waktu beragam aset berbeda. Setelah menetapkan target, seperti menabung untuk membeli rumah, mempersiapkan pendidikan anak, berlibur, atau pensiun, garis akhirnya akan tampak jelas sehingga memunginkan Anda menentukan cara menginvestasikan dana.

4. Evaluasi Tingkat Kenyamanan Anda Terhadap Risiko

Semua jenis investasi memiliki tingkat risiko tertentu. Jika ingin membeli surat berharga seperti saham, obligasi, atau reksadana, Anda sebaiknya memahami bahwa dalam berinvestasi, Anda mungkin akan kehilangan sebagian atau seluruh dana Anda.

Anda bisa menentukan tingkat kenyamanan risiko dengan mempertimbangkan dua faktor: jangka waktu dan dana yang tersedia.

Jangka waktu pribadi menggambarkan lama waktu Anda bisa menginvestasikan dana. Misalnya, dengan jangka waktu yang relatif pendek, Anda mungkin terpaksa harus menjual surat-surat berharga saat mengalami kerugian besar. Sebaliknya, dengan jangka waktu yang lebih panjang, investor memiliki waktu untuk menutup potensi kerugian, dan dengan demikian secara teoritis memiliki toleransi yang lebih besar terhadap risiko yang lebih tinggi.

Menentukan seberapa besar kerugian yang sanggup Anda tanggung adalah faktor penting lain yang perlu dipertimbangkan saat mempertimbangkan tingkat kenyamanan risiko. Walaupun mungkin bukanlah metode berinvestasi yang paling optimistik, inilah pendekatan yang paling realistis sebelum mulai berinvestasi. Dengan hanya menginvestasikan dana sebesar kerugian yang mampu Anda tanggung, Anda tidak akan tertekan menjual atau mencairkan investasi sebelum jangka waktu yang dianjurkan akibat kepanikan atau kebutuhan dana mendesak.

5. Diversifikasi

Dengan menginvestasikan dana ke dalam beragam jenis kategori aset dengan tingkat keuntungan yang berbeda di saat kondisi pasar yang berbeda pula, seorang investor bisa menyusun portfolio yang lebih terlindungi terhadap kerugian besar.

Secara historis, keuntungan dari tiga kategori aset utama, yaitu saham, obligasi, dan uang tunai, tidak meningkat dan menurun di waktu yang sama. Kondisi pasar yang menyebabkan salah satu kategori aset menghasilkan keuntungan yang bagus sering kali menyebabkan kategori aset lainnya hanya menghasilkan keuntungan rata-rata atau bahkan buruk.

Dengan demikian, jika salah satu kategori aset mengalami penurunan tingkat keuntungan, Anda bisa menutup kerugiannya dengan hasil investasi yang lebih bagus dari kategori aset lainnya.

Berinvestasi pada lebih dari satu kategori aset akan mengurangi risiko kerugian sekaligus menyeimbangkan hasil keuntungan dari keseluruhan portfolio investasi Anda.

Selain sebagai faktor penyeimbang, alokasi aset yang bijaksana juga penting karena sangat menentukan pencapaian target keuangan Anda. Portfolio investasi tanpa risiko yang memadai mungkin tidak bisa menghasilkan keuntungan yang cukup memenuhi target. Dengan demikian, menentukan tingkat kenyamanan risiko serta mengalokasikan aset secara bijak adalah sangatlah penting dalam menyusun portfolio investasi.

6.  Pertimbangkan Menata Ulang Portfolio Investasi Secara Berkala

Setelah menyusun portfolio investasi dan puas dengan alokasi aset saat ini, berarti langkah yang pertama telah tercapai. Namun, kondisi ini tidak bisa dipertahankan selamanya karena investasi Anda sangat dipengaruhi kondisi pasar serta perubahan kebutuhan saat Anda menjalani dan memasuki fase yang berbeda dalam hidup.

Saat dana investasi mulai tumbuh, dan akhir jangka waktu investasi Anda semakin dekat,  Anda mungkin merasa bahwa portfolio investasi awal tidak lagi sesuai dengan kebutuhan Anda. Menyesuaikan portfolio investasi dengan situasi dan tingkat kenyamanan risiko Anda saat ini disebut dengan penataan ulang (rebalancing).

Dengan melakukan langkah ini, Anda bisa memastikan portfolio investasi tidak lebih berat ke salah satu atau beberapa kategori aset saja. Jadi, Anda bisa mengembalikan portfolio ke tingkat risiko yang nyaman bagi Anda.

Anda bisa menata ulang aset pada waktu tertentu atau berdasarkan perkembangan dan performa investasi Anda. Banyak pakar keuangan menyarankan agar investor menata ulang portfolionya secara berkala, seperti setiap 6 atau 12 bulan sekali. Sedangkan sebagian lainnya menyarankan agar hal ini dilakukan hanya pada saat bagian kategori aset tertentu meningkat pesat atau menurun hingga mencapai persentase tertentu yang ditentukan sebelumnya oleh Anda.

Keuntungan cara yang kedua adalah investasi Andalah yang menentukan saatnya penataan ulang diperlukan untuk mengoptimalkan dan menyeimbangkan portfolio terhadap kondisi pasar yang sulit.

7. Perhatikan Pajak

Sejalan dengan poin sebelumnya, diversifikasi adalah kunci membangun portfolio investasi yang mantap. Untuk itu, para investor harus berhati-hati sehingga tidak menginvestasikan terlalu banyak dananya ke saham perusahaan tempatnya bekerja, atau saham apa pun yang berhubungan dengan perusahaan itu. Selain itu, perhatikan pajaknya juga!

Katakanlah jika Anda punya target keuntungan tertentu atau tujuan yang diharapkan dari investasi, Anda perlu mempertimbangkan juga biayanya. Komisi adalah salah satu hal di antaranya, namun banyak orang justru mengabaikan pajak.  Padahal, pajak sangat mempengaruhi hasil dari keputusan investasi Anda.

Banyak orang yang berinvestasi sambil beranggapan bahwa rencana itu tepat, hingga mereka mulai meninggalkan asetnya dan menyadari bahwa skema investasinya tidak seperti yang pada awalnya dibayangkan. Walaupun tidak mudah, meneliti dan memahami kewajiban pajak saat mengambil keputusan penting dalam keuangan sangatlah bermanfaat.

Tips di atas akan bermanfaat bagi semua orang yang berniat menyusun portfolio investasi, namun tidak boleh dianggap sebagai panduan pasti dalam kesuksesan berinvestasi. Selain tips dasar ini, bacalah artikel ini untuk mengetahui hal penting yang diabaikan para investor muda demi mencapai kesuksesan dalam berinvestasi.

Selamat dan semoga sukses menempuh perjalanan mencapai kebebasan finansial!

Tautan ke situs web eksternal ke Grup Asuransi Tokio Marine disediakan untuk kenyamanan dan informasi bagi Anda. Akan tetapi, kami tidak memberikan jaminan atau pernyataan (baik secara tegas, tersirat, undang-undang atau sebaliknya) terhadap akurasi atau kesesuaian pada konten tersebut karena konten ini tidak diubah atau diperbaharui oleh kami. Kami tidak mengesahkan produk atau jasa yang terdapat pada situs ini ataupun menyiratkan bahwa produk, jasa atau kegiatan yang ada di situs ini adalah selalu tercakup tercakup di dalam polis kami. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, silahkan mengunjungi informasi produk kami atau hubungi kami.