Bagi banyak dari kita, tidur delapan jam setiap hari adalah kemewahan yang hanya dapat kita impikan (dalam arti sebenarnya).

Berapa banyakkah tidur yang “cukup”? Apakah dampak kurang tidur? Bagaimana pengaruhnya bagi tubuh kita?

Artikel ini akan menguak dampak negatif, dan bahkan berbahaya dari kurangnya waktu tidur setiap malam. 

1. Rasa Kantuk Pemicu Kecelakaan

Tidur adalah kebutuhan biologis yang tidak dapat ditahan oleh kemauan, tekad, ataupun latihan. Profesor Russell Foster, seorang ilmuwan saraf dari University of Oxford mengatakan bahwa kurang tidur dapat merusak kesehatan jangka panjang, yang mengakibatkan gangguan fungsi otak mirip seperti yang terjadi di bawah pengaruh alkohol.

Penelitian menunjukkan bahwa dampak buruk kurang tidur akan muncul di saat orang dewasa tidur kurang dari lima jam setiap malam. Dampak yang mirip seperti pada konsumsi alkohol ini meliputi gangguan umum pada penglihatan dan koordinasi.

Hal ini dapat menurunkan kewaspadaan pengemudi kendaraan di pagi hari, juga potensi tidur mikro yang mungkin terjadi selama berkendara. Selain menyebabkan kecelakaan kendaraan, efek samping ini juga bisa menurunkan kualitas keputusan penting yang diambil di kantor. 

2. Kurang Tidur Mengganggu Proses Berpikir Normal

Tidur berperan penting dalam proses berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan kognitif ini dalam beberapa cara.

Pertama, kurang tidur menurunkan perhatian, kewaspadaan, tingkat konsentrasi, serta kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. Beragam efek samping ini membuat  Anda nyaris tidak mungkin menyerap informasi secara efisien sehingga akibatnya sangat mengganggu potensi belajar.  

Kedua, sepanjang malam, beragam siklus tidur berperan dalam “mengokohkan” ingatan. Jika Anda tidak cukup tidur, informasi yang diperoleh sepanjang hari tidak dapat tersimpan secara efektif dalam bank memori jangka pendek dan jangka panjang, akibatnya adalah celah memori serta penurunan kemampuan kognitif dan mengingat. 

3. Suasana Hati Anda Sangat Mudah Berubah

Selain mengganggu kemampuan belajar dan memproses informasi, kurang tidur juga memicu “depresi dan kecemasan dalam jangka panjang”, ucap Dianne Augelli, M.D., seorang pakar tidur di New York Presbyterian Hospital dan Weill Cornell Medicine, New York City.

Sebaliknya, dampak jangka pendek kurang tidur dapat disalahartikan sebagai perbaikan suasana hati. Augelli berpendapat bahwa perbaikan suasana hati dalam jangka pendek “mungkin disebabkan oleh pelepasan hormon dan neurotransmitter tertentu untuk membuat Anda terjaga”.

Ia memperingatkan bahwa perasaan borderline-euphoria itu tidak akan lama, dan sebaiknya dianggap sebagai pertanda bahaya masalah akibat kurang tidur.

4. Peningkatan Tekanan Darah

Jika euphoria temporer tidak terdengar cukup buruk bagi Anda, efek samping berikutnya ini mungkin. Dalam penelitian penting mengenai kurang tidur, peneliti University of Chicago mengikuti sekelompok pelajar yang hanya tidur empat jam setiap hari selama enam hari berturut-turut.

Para peserta penelitian mengalami peningkatan tekanan darah dan kadar kortisol, suatu hormon stres. Lebih buruk lagi, para peserta penelitian juga hanya menghasilkan separuh antibodi dibandingkan biasanya untuk melawan flu. Beberapa pelajar yang kurang tidur juga menunjukkan tanda-tanda resistansi insulin, suatu kondisi yang dianggap sebagai pemicu diabetes tipe 2 dan perlambatan metabolisme.

Kondisi ini dapat dikembalikan seperti semula saat para pelajar peserta penelitian memenuhi waktu tidur yang kurang. Penelitian Chicago ini membantu menjelaskan mengapa “utang” waktu tidur meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, stroke, dan diabetes. 


5. Kulit pun Mengalami Stres

Selain dampak kognitif dan fisik di atas, efek samping yang lebih jelas menanti mereka yang terus kekurangan tidur. Kortisol, hormon stres yang disebutkan di atas, juga bertanggung jawab menjaga kesehatan dan tampilan kulit.

Kadar kortisol secara alami turun selama tidur, ucap Joshua Zeichner, direktur penelitian dermatologi kosmetik dan klinis di Mount Sinai Hospital, New York City. Kadar kortisol yang rendah memungkinkan kulit melakukan regenerasi dan melindungi dirinya sendiri. Namun, kurang tidur berarti kadar kortisol terus tinggi dan akibatnya, kulit tidak dapat memulihkan diri secara alami.

Terlebih lagi, kadar kortisol yang tinggi pada akhirnya meningkatkan produksi minyak kulit sehingga membuat Anda tampak berminyak dan rentan terhadap jerawat.

Inilah beberapa efek samping awal akibat kurang tidur setiap malam. Sekarang, setelah termotivasi mencukupi kebutuhan tidur tubuh, berusahalah untuk meningkatkan manfaatnya dengan mencari tahu posisi tidur terbaik bagi Anda

Tautan ke situs web eksternal ke Grup Asuransi Tokio Marine disediakan untuk kenyamanan dan informasi bagi Anda. Akan tetapi, kami tidak memberikan jaminan atau pernyataan (baik secara tegas, tersirat, undang-undang atau sebaliknya) terhadap akurasi atau kesesuaian pada konten tersebut karena konten ini tidak diubah atau diperbaharui oleh kami. Kami tidak mengesahkan produk atau jasa yang terdapat pada situs ini ataupun menyiratkan bahwa produk, jasa atau kegiatan yang ada di situs ini adalah selalu tercakup tercakup di dalam polis kami. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, silahkan mengunjungi informasi produk kami atau hubungi kami.