Hari ini, kue khas Bengawan Solo – kue dengan gundukan lembut yang dipenuhi dengan gula Melaka dan didilapisi dengan potongan kelapa harum renyah ini adalah kue yang menjadi ikon di Singapura. Yang jarang orang ketahui adalah kue ini juga merupakan bukti kegigihan seorang perempuan dalam menghadapi pilihan sulit dalam hidupnya yaitu menyerah dan menutup toko untuk menjadi seorang pengusaha sukses dan terhormat.

KIsah ini adalah kisah Anastasia Thendri-Liew, lahir tahun 1947 dan dibesarkan di Pulau Bangka Palembang, Indonesia. Dia adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara.

Gairah Anastasia untuk makanan terlihat dari usia dini ketika dia lebih memilih menghemat ongkos dan berjalan ke sekolah untuk bisa makan siang. Di masa itu, hanya makanan pedas khas Palembang seperti perkedel ikan, pempek, yang dia mampu beli. Anastasia merupakan murid yang pintar di sekolah, sayang pendidikannya terpaksa berhenti saat dia beranjak remaja dikarenakan terjadinya kerusuhan warga.

Setelah keluar dari sekolah, Anastasia mengasah keterampilan kulinernya. Selain belajar dari ibu dan bibinya, dia juga mendaftarkan diri di kelas memasak. Di sinilah bakat alaminya dalam memasak menjadi jelas.

Pada tahun 1970, Anastasia pindah ke Singapura dan menikahi seorang akuntan bernama Johnson Liew. Ia kemudian menjadi ibu rumah tangga yang mengerjakan tugas domestik dan menjamu tamu-tamu. Anastasia sering mendapatkan pujian. Teman-teman dan kenalannya sangat menyukai kue mentega dan sifonnya. Sedemikian tingginya permintaan pada masa itu, ia mulai memasok kue lezat buatannya ke supermarket dan toko-toko. Segar, ringan dan lezat - kue nya bahkan dijual di counter di Lucky Plaza Orchard Road, yang merupakan pusat perbelanjaan ber AC pertama dan paling populer saat itu.

Tapi keberhasilan awal yang manis ini tidak berlangsung lama.

Pada tahun 1979, ia menerima peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk menutup operasi nya. Ternyata selama ini ia telah beroperasi tanpa mempunyai izin sebagai produsen makanan. Ia melihat hambatan ini sebagai peluang dan tetap maju dan tidak terpengaruh. Sebuah keputusan yang di masa datang mendatangkan keuntungan besar baginya.

Tanpa kenal lelah, Anastasia berusaha untuk mendapatkan semua lisensi terkait dan segera membuka toko sendiri di Marine Terrace. Dia menamakan toko itu Bengawan Solo – sebuah nama yang diambil dari lJudul agu Indonesia.

Dengan semangat, ketekunan, kesabaran serta oven kecil, bisnis Anastasia mulai melambung. Dia membuka cabang lain yang terletak di daerah pusat pada tahun 1983. Kemudian diikuti dengan pembukaan cabang-cabang lainnya. Kini, Bengawan Solo mempunyai lebih dari 30 cabang - dan tumbuh menjadi salah satu merek Singapura yang terkenal. Bisnis kue rumahan ini kini telah menjadi perusahaan jutaan dolar (dengan pendapatan lebih dari SGD 40 juta).

Ada hari-hari yang mengubah segala sesuatu yang terjadi berikutnya. Jika Anda akan mengalami salah satu dari hari-hari tersebut, bicaralah dengan kami.

Tautan ke situs web eksternal ke Grup Asuransi Tokio Marine disediakan untuk kenyamanan dan informasi bagi Anda. Akan tetapi, kami tidak memberikan jaminan atau pernyataan (baik secara tegas, tersirat, undang-undang atau sebaliknya) terhadap akurasi atau kesesuaian pada konten tersebut karena konten ini tidak diubah atau diperbaharui oleh kami. Kami tidak mengesahkan produk atau jasa yang terdapat pada situs ini ataupun menyiratkan bahwa produk, jasa atau kegiatan yang ada di situs ini adalah selalu tercakup tercakup di dalam polis kami. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, silahkan mengunjungi informasi produk kami atau hubungi kami.